Published on October 28, 2009 by uzan
Ya Rabb..
Kau Yang Maha Mendengar
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Pemaaf
Pada-Mu hati bertobat
Yang dicinta ‘kan pergi
Yang didamba ‘kan hilang
Hidup ‘kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan
Namun demikian Ya Rabb,
jangan Kau pergi dr hatiku
sejukkan kalbuku dengan embun lembut
hamba rindu cahaya-Mu ..
Published on October 28, 2009 by uzan
udah lama lupa kalo negara Indonesia disatukan dgn adanya kongres Soempah Pemoeda.. 28 Okt silam. dikantor dgn 8 pegawai, semua jd petugas.. lah yg jadi peserta upacaranya siapee?? aneh-aneh aja nih, harusnya kantor kecil kaya gini, cukup makan-makan aja di kantin.. ga perlu pake upacara kali ya..??? hehe
tapi skalipun panas terik, ada nasi kuning bercitarasa kapulaga di akhir upacara.. hmm yummy. !
Published on October 26, 2009 by datum
In a haze, a stormy haze...
I’ll be round, I’ll be loving you, always...
Always...
Here I am and I'll take my time...
Here I am and I’ll wait in line, always...
Always...
Coldplay ~ Parachutes
in the middle of the night, listening to "parachutes", a 45-seconds song from coldplay that always successfully throw me back to the past. Reliving all those moments happens to me in that part of something that people called life. Funny how life put me on those situation. Being a piece of a puzzle that organized around by some occurrence that some people called "coincidence"
a bitter sweet spot in my life that i (hopefully) won't forget.
Published on October 26, 2009 by uzan
apa yg anda pikirkan hari ini ?
sebagai seekor cicak kantor, hanya bisa mengeluh.. *fyuuhh..
makin hari makin menantang, seperti hari ini, sudah 15 pertanyaan masuk ditelinga mulai dengan nada halus minta tolong, sampai nada men-judge dgn manisnya.. seakan-akan mendudukkan kita pada kursi dimana kita seharusnya tidak berada disitu.. Yah.. beginilah resiko kerja, saling tuding, saling lempar tanggungjawab, terasa semakin manis utk dilakukan ketimbang berucap.. “apa yg bisa kubantu kawan..??” atau “..masalah apa yg bs kubantu selesaikan, bro..?” ahh.. semuanya tinggal ngimpi!
Yahh, maklum saja, tingkat natalitas jauh lebih tinggi ketimbang mortalitas menyebabkan dunia ini menjadi semakin sempit, egoisme bermunculan, rasa individualis sudah sangat tidak abstrak lagi.. aahhaa.. inilah dunia kita sekarang.. padahal kan seharusnya ngga demikian.. dengan tingginya natalitas, harusnya diimbangi dengan membesarnya lubang masuk ke lembaga ini.. *aahh, malah jadi ngeluh..* agar pekerjaan menjadi semakin ringan.. ya ngga sih ??