Published on March 31, 2009 by datum
Beberapa bulan ini kerjaan lagi bersinggungan dengan beberapa orang senior yang sudah punya pengalaman di bidangnya masing-masing. Ada yang sudah puluhan tahun, ada yang baru beberapa tahun. Dan namanya juga ada lebih dari satu individu, tentunya ada beberapa perbedaan di antara mereka, mulai dari cara kerja, sifat, pembawaan, gaya bercanda dan hal hal lainnya. Tapi yang paling menarik untukku sekarang adalah cara pendekatan mereka masing-masing pada masalah yang timbul di project… Masalah di sini maksudnya adalah kesalahan atau error yang muncul pada system.
Ada satu orang yang rada berbeda pada penyelesaian masalah… Dia selalu seeing the big pictures… Jadi ketika ada error, pikirannya langsung menggunakan asumsi bagaimana seharusnya yang di lakukan. Bukan hanya menghilangkan error yang muncul. Prinsip dia “error itu mudah di hilangkan, tapi melakukan hal yang seharusnya di lakukan itu yang perlu di ketahui…”. Jadi, instead menghilangkan error tadi, dia lebih prefer untuk berdiskusi dengan orang lain dan melakukan hal yang seharusnya di lakukan. Ada juga orang yang lebih prefer menghilangkan error saja. Jadi selama tidak ada error, dia merasa tidak ada masalah. Ketika satu error muncul, dia akan berusaha untuk menghilangkan error tersebut, whatever it takes… tapi tidak melihat apa yang seharusnya di lakukan… seeing the small pictures… But by seeing the small pictures, the big pictures could be resolved too, i think.
Dan sayangnya ke 2 tipe tadi seringkali berbeda pendapat… Satu pihak merasa bahwa pihak lain tidak berkerja dengan benar… Yang mana yang paling benar dari 2 tipe tadi? Who am i to be the judge rite?
aku sendiri lebih prefer the big pictures perspective… walaupun aku merasa bahwa aku skrng masih termasuk ke dalam tipe yang menghilangkan error saja. But in the end… it all come back to the individuals
Published on March 31, 2009 by datum
i’m glad i met you…
i’m sad to see you…
i’m mad about you…
you…
Comments Off, Filed under:
free
Published on March 30, 2009 by ryan

Jamal Malik is one question away from winning 20 Million Rupees. How did he do it?
A. He cheated
B. He’s lucky
C. He’s a genius
D. It is written
Benar Pemirsa Blog yg Budiman, film ini dibuka dengan pertanyaan diatas. Apa sebab Jamal Malik memenangkan 20 juta rupee? Apakah dia curang, beruntung, jenius, atau memang sudah ditakdirkan? Kita akan mengetahui jawabannya diakhir tulisan ini..
Sebuah film karya Danny Boyle, sutradara Inggris yg membuat film berlatar India dan dibintangi oleh aktor/aktris India yg tidak terkenal semua. Bahkan saya hanya mengenal Anil Kapoor, itu juga karena dia sering muncul di film2 India jaman SD dulu yg sering ditayangkan di TPI. .
Kisah dibuka dengan adegan disiksanya Jamal Malik yg sedang disiksa polisi India, dipaksa mengaku bagaimana mungkin dia bisa selalu menjawab dengan benar semua pertanyaan (tinggal 1 pertanyaan terakhir) di kuis Who Wants To Be A Millionaire, padahal ia hanya seorang chai-walla (office boy) di sebuah Call Center operator selluler di India. Sementara tidak pernah ada orang yg sanggup melewati 16.000 rupee, termasuk dokter atau profesor sekalipun.
Dari sana terungkap, bahwa Jamal bisa menjawab semua pertanyaan karena memang semua pertanyaan itu dia tahu jawabannya. Darimana dia tahu jawabannya? Dari pengalaman hidupnya sendiri.. (more…)
Comments Off, Filed under:
Movie
Published on March 24, 2009 by tatapapipupu
sempat kepikiran beberapa waktu lalu mau sekolah lagi
nyari beasiswa sih yang akhirnya dapat
cuman karena kemaren target gak kesampaian
dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya mengalah dulu deh
so.. mempersiapkan diri dan beberapa tulisan buat di jadiin paper
sekolah ilmu Pemerintahan kemaren sempat jadi target
soalnya punya maksud buat nyatuin IT dengan Pemerintahan (aka E-gov kali yah)
yaaa… dengan kondisi yang udah kurang lebih diketahui setelah 2tahun kecelup ditempat sekarang
nah, tak disangka dan tak dinyana
*halah bahasanya*
malah muncul ide lain lagi
gimana kl ngerjaian kerjaan volunteer dengan cara ngemajuin anak2 pulau??
karena hampir bisa dibayangkan
anak2 yg jarang bertemu dengan orang asing (bukan orang kulit putih maksudnya)
musti mereka rada malu bahkan cenderung menjauh
jadi idenya gimana caranya bisa membantu masalah perkembangan kepribadian mereka
mana tau aja ada yang jadi presenter tipi gitu
trus juga..
biasanya kalo ada acara2 yg sifatnya mencari bakat berbakat dari daerah
dengan notabene secara Batam maupun Kepri merupakan daerah kepulauan
gak semua informasi dan tingkah laku masyarakat pulau2 tersebut sama dengan kota besar
pastinya anak2 pulau bakal ketinggalan
dari segi bahasa aja lewat apalagi yg laen
padahal justru di merekalah ada bakat2 besar yang terpendam
so…. gimana caranya biar bisa dapat fund dari Unicef yah??
trus doain tahun ini cita2 yang tertunda tahun kemaren kesampaian semua
AMIEN…
