harusnya ngga nulis ini !

pastinya ini bukan posting yg pas ditulis, mengingat udah lama bgt aku ngga posting. tapi kali ini.. ampyun deh kerjaan datang di saat yg sangat-sangat-tepat ..!! yap, perfect time !
Akhir bulan, dimana itu saat-saatnya perbankan tutup buku, rekonsiliasi anggaran yg dimilikinya, penyelesaian administrasi yg sudah masuk tenggat waktu.. eealah, tung-tung-tung dateng deh rombongan dr Bag. Arsip Kantor Pusat, ngasih sosialisasi ttg Arsip.. bagus !! arsip 3 bulan dituang semua di meja, masukin satu” ke folder, kasih label dan diberi nama sesuai tabel ketentuan, yg mana kode-dan-klasifikasinya unfriendly .. oya, catet dunk, arsipnya emang sih baru 2,1 m panjangnya tapi dengan jumlah pegawe cm 4 di seksi ini.., yg atu lagi dines dan ga pulang-pulang.. ( yg atu rajin sekali gambar desain, udah deh tinggal be-2 aja ama DEO yg super rajin (pada-waktunya) .. hehe, what a perfect day??
belom lagi ternyata ada PR besar utk meralat penomoran surat/memorandum/faksimili yg udah menyebar kemana-mana termasuk ke DG (Dewa Gong)..

Belom lagi rekonsiliasi kas kecil, rekonsiliasi anggaran kantor.. jadi kalau ada yg bilang.. “kerja di lahan basah itu nikmat..” sepertinya perlu ditinjau kembali.. ( ..

sayangnya, 1 minggu itu cm 5 hari kerja, dan semuanya itu tiba di bulan yg indah (kata orang) bulan Valentine ?? yap, bulan Februari lengkap dgn jumlah hari yg hanya 28 hari.

Sungguh hari yg indah.. :’(

Anda diundang ke PESTA ULANG TAHUN Teater SENDIRI


Yupz.. Anda diundang ke Pesta Ulang Tahun Teater SENDIRI Jakarta. Tempat di Hall the Japan Foundation pk. 20:00~selesai. Tanda masuk GRATIS untuk menonton pementasan TEATER dapat diperoleh di kantor JF, Gd. Summitmas I lt. 3 setiap hari kerja sejak satu minggu sebelum pesta dimulai. Jadwal:

  • Rabu, 25/2 TERORIS
  • Kamis, 26/2 RASHOMON
  • Jumat, 27/2 DAG DIG DUG

Pada 13 September 1983, sekelompok seniman multi media mendirikan Kelompok Seni Sendiri didirikan di Jakarta. Sejak 1984 kelompok ini berubah nama menjadi kelompok Teater Sendiri Jakarta seiring dengan aktivitas mereka yang lebih cenderung aktif di bidang pementasan drama dan teater. Pementasan perdana mereka berupa monolog “ Proses” dan “Dialog” karya A. Nawir Hamzah yang dipentaskan di the Japan Foundation, Jakarta.

Teater Sendiri Jakarta meraih berbagai penghargaan untuk penampilannya sejak tahun 1988 dan tahun-tahun berikutnya (group teater terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik pada Festival Teater Dewan Kesenian Jakarta). Pada tahun 1992 hingga 1996 mereka mementaskan Ni Lyonsari dari Bali hingga beberapa kota di Jawa dan Jakarta. Sejak 1998 mereka mementaskan Rashomon dan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia hingga tahun 2007. Dalam rangka peringatan ulang tahun ke-25, Teater Sendiri Jakarta akan kembali mengusung penampilan mereka sama seperti 25 tahun lalu, yaitu di hall the Japan Foundation, Jakarta. Selamat Ulang Tahun!!

TERORIS:

Karya Albert Camus | Sutradara: A. Nawir Hamzah | Artistik: Mohammad Rirqi

Pemain: Muhammad Fauzi, Ayu Fadhilla, Abraham Johansyah, Bambang Panji, Ricky Akbar, A. Nawi Hamzah

Sinopsis:

Sebuah kelompok menghendaki kemerdekaan yang hakiki di negeri ini. Mereka ingin menghancurkan sistem yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Mereka bersiap membunuh sang jendral-media lahirnya ketidakadilan selama ini.

RASHOMON

Karya: Ryunosuke Akutagawa | Sutradara: RM Mustiko Prihadhi | Artistik: A. Nawir Hamzah

Pemain: Aristyanto.M.U, Ferdinand, Indrianni A, Dito Laksono, Mukadimah, Melly Puspitasari, Hasan Ghoto

Sinopsis:

Peradilan terhadap 3 orang yang terlibat dalam 1 peristiwa. Tojumaru, perampok berdarah dingin yang dituduh membunuh dan memperkosa. Takehiko, bangsawan yang mengakhiri hidupnya karena merasa dikhianati oleh cinta. Masage, wanita cantik yang mencoba bunuh diri karena ingin mempertahankan harga dirinya.

DAGDIGDUG

Karya: Putu Wijaya | Sutradara: A.Nawir Hamzah | Artistik: Setyaningrum

Pemain: A.Nawir Hamzah, Endah Murti, RM Mustiko Prahadhi, Styawan Sarwoko, Bambang Panji, Abraham-Fauzi

Sinopsis:

Suami isteri pensiunan yang tengah menantikan kematian dalam lingkaran waktu yang tak kunjung bertepi. Mereka setia menunggu.

Buku, Anak & Dongeng (Bagaimana di Jepang?)


Apa pentingnya mendongeng bagi anak? Bagaimana mengembangkan potensi anak? Buku apa yang baik bagi anak? Bagaimana orang tua di Jepang mendidik anak-anaknya?

Bibit Bunko bekerjasama dengan the Japan Foundation Jakarta akan menyelenggarakan seminar yang terkait dengan buku, anak dan dongeng. Pembicara: Seto Mulyadi (KOMNAS Anak), Matsumoto (ahli terapi bicara senior/ guru dari Jepang), Hori (JJNet Jakarta), Murti Bunanta (KPBA), Nasti Reksodipuro (YPK).

Hari Selasa, 3 Maret 2009 pk. 08:00~17:00.

Di Hall the Japan Foundation, Jakarta. Jl. Jend.Sudirman kav. 61-62 Jakarta Selatan (seberang Ratu Plaza)

(Mohon datang TEPAT WAKTU)

Kami ingin berbagi pengetahuan seputar buku, anak dan dongeng. Bagi mereka yang berminat silakan hubungi kami untuk mendaftar. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat di akhir acara. Kegiatan ini GRATIS namun terbatas hanya untuk 120 peserta. Mohon mendaftar sebelumnya.

Pendaftaran & Info:

  • ibu Hori 0811-97-8633
  • ibu Yamazaki 0815-1447 4618

BIBIT BUNKO adalah kelompok pustaka yang merupakan bagian dari J2Net (Jakarta Japan Network) didirikan oleh ibu-ibu Jepang yang tengah bermukim di Indonesia. Kelompok ini menangani proyek Griya Buku dan juga 10 cabang kegiatan sosial lainnya.

Berdasarkan pemikiran bahwa Buku akan memberikan banyak ‘kekuatan untuk hidup’ dan menyadari jika anak-anak Indonesia sangat kurang berinteraksi dengan buku maka dengan bantuan dari Yayasan Persahabatan Pendidikan Internasional Doa Hiroshima kelompok ini memulai kegiatan perpustakaan kecil yang dinamai Proyek GRIYA BUKU “Bibit-Bunko”(Bibit-Perpustakaan Kecil)

Butterfly and Spider…

Bayangkan ada kupu2 yang terjebak di jebakan yang dibikin oleh laba2…
Apa yang akan kalian lakukan?
Menolong kupu2 itu?
Kenapa? hanya karena dia menarik?
Bukankah laba2 itu juga butuh makanan untuk di berikan ke anak-anaknya?
Bagaimana jika yang terjebak adalah lalat? nyengat? masih akan kalian bantu?
Does something has to be beautiful to be saved?…
-|

*inspired from “Short Program” volume 1.